Matalensa-news.com-MAGETAN – Program Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) terus menunjukkan dampak positif bagi masyarakat di Kabupaten Magetan. Sebanyak 27 peserta lansia dari Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, resmi diwisuda dalam acara yang digelar pada Kamis, 7 Mei 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas PPKB PP dan PA Kabupaten Magetan, Camat Plaosan, Ketua TP PKK Kecamatan Plaosan, Koordinator Balai Penyuluhan KB, Lurah Sarangan, serta para keluarga wisudawan dan undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Sukartini,S.Sos,M.Si Kepala Dinas PPKB PP dan PA Kabupaten Magetan menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan rangkaian pembelajaran Sekolah Lansia Tangguh. Menurutnya, wisuda tersebut menjadi bukti nyata bahwa semangat belajar tidak pernah dibatasi usia.
“Hari ini menjadi bukti bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus belajar dan berkembang. Lansia harus tetap sehat, aktif, mandiri, produktif, dan bermartabat,” ujarnya.

Program Sekolah Lansia Tangguh yang digagas oleh BKKBN/Kemendukbangga itu dinilai sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Magetan dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Selain itu, meningkatnya jumlah lansia di Kabupaten Magetan disebut sebagai berkah yang harus direspons dengan kebijakan yang tepat. Pemerintah daerah pun didorong untuk memastikan kualitas hidup lansia tetap terjaga dengan baik.
“Kita tidak ingin lansia hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga menjadi subjek dan motor penggerak dalam keluarga maupun masyarakat,” tegasnya.
Melalui program tersebut, para peserta dibekali tujuh dimensi lansia tangguh, mulai dari dimensi fisik, intelektual, emosional, spiritual, profesional-vokasional, sosial kemasyarakatan, hingga lingkungan.
Tidak hanya itu, para lansia juga diajak untuk menjaga kesehatan, tetap aktif di usia senja, serta menjadi teladan dan penasihat bijaksana bagi generasi penerus.
Dalam kesempatan tersebut, para wisudawan juga diminta menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Mereka diharapkan mampu mengajak lansia lain bergabung dalam Kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) maupun program Sekolah Lansia di wilayahnya.
“Manfaatkan keterampilan dan pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti program ini. Tunjukkan bahwa lansia tetap mandiri, produktif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” imbuhnya.
Acara wisuda berlangsung penuh haru dan semangat kebersamaan. Dukungan dari keluarga, pemerintah kelurahan, TP PKK, hingga para fasilitator disebut menjadi kunci sukses terselenggaranya program pemberdayaan lansia tersebut.
Di akhir sambutannya, Kepala Dinas PPKB PP dan PA Kabupaten Magetan berharap para wisudawan senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, dan terus menjadi inspirasi bagi masyarakat sekitar.(*)
