BerandaBerita UmumDPD LIRA Magetan Minta Pemerintah Evaluasi Jembatan Penyeberangan Pasar Baru yang Dianggap...

DPD LIRA Magetan Minta Pemerintah Evaluasi Jembatan Penyeberangan Pasar Baru yang Dianggap Tak Lagi Efektif

Magetan-matalensa-news.com – Sorotan tajam disampaikan oleh Dewan Pimpinan Daerah Lumbung Informasi Rakyat (DPD LIRA) Kabupaten Magetan terhadap kondisi Jembatan Penyeberangan di depan Pasar Baru Magetan. Jembatan yang seharusnya menjadi akses aman bagi pejalan kaki, kini justru dinilai berbahaya dan tak layak digunakan.

Dalam pemantauan yang dilakukan DPD LIRA, ditemukan sejumlah kerusakan serius pada jembatan. Besi-besi yang menopang struktur terlihat keropos, cat mengelupas, dan sebagian lantai menunjukkan tanda-tanda keretakan. Karena itu, banyak warga lebih memilih menyeberang langsung di jalan raya daripada naik ke jembatan.

“Keamanan pejalan kaki seharusnya menjadi prioritas. Tapi kenyataannya, jembatan ini dibiarkan rusak dan tidak terawat. Pemerintah daerah harus segera mengambil tindakan konkret,” ujar Sofyan Yusron, Bupati LIRA Magetan, saat ditemui di lokasi pada Senin (22/4/2025).

Kondisi terkini Jembatan Penyeberangan Pasar Baru Magetan berkarat dan cat mengelupas

Dijelaskan oleh Sofyan, pihaknya telah menerima berbagai keluhan dari masyarakat, termasuk dari para pedagang di Pasar Baru. Ia menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh perlu segera dilakukan, tak hanya pada jembatan ini, tapi juga terhadap seluruh infrastruktur publik yang berpotensi membahayakan keselamatan.

“Saya tidak ingin ini dibiarkan sampai menimbulkan korban. Pemerintah jangan menunggu ada kejadian dulu baru turun tangan,” tambahnya.

Sofyan juga mengungkapkan bahwa ia telah melakukan komunikasi langsung dengan Kepala Disperindag Magetan, Sucipto, untuk mencari tahu siapa yang membangun jembatan tersebut. Namun, jawaban yang diperoleh belum memuaskan.

“Maaf mas, kami tidak tahu dulu siapa yang membangun. Yang jelas, itu bukan di bawah kewenangan kami,” ucap Cipto melalui sambungan telepon.

Sementara itu, Sunardi, Ketua Paguyuban Pasar Baru Magetan (PBM), juga menyampaikan keluhan serupa. Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut tidak membantu aktivitas pasar. Justru karena akses yang dibuat satu arah, arus kendaraan menjadi terbatas dan pembeli enggan mampir.

“Banyak yang tidak mau naik ke jembatan, tangganya terlalu tinggi dan menyulitkan. Apalagi bagi lansia. Saya berharap jalur dari barat bisa dibuka untuk kendaraan umum agar bisa parkir langsung di depan pasar. Itu akan memulihkan perputaran ekonomi kami,” jelas Sunardi.

Selain masalah fisik, keberadaan jembatan ini juga menimbulkan pertanyaan soal status kepemilikan dan pengelolaannya. Sejumlah pihak menduga bahwa pengelolaannya telah dialihkan ke swasta, namun belum ada kejelasan resmi.

“Kami tengah menelusuri status legalitas jembatan ini. Termasuk iklan reklame yang menempel di atasnya. Saya sudah koordinasi dengan dinas terkait dan sedang menunggu data lengkapnya,” ungkap Sofyan.(*)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments