![]() |
| Wujud Dukungan warga NU kepada Mbak Ida dengan kegiatan suka rela Pemasangan banner bergambar Mbak Ida |
MAGETAN,MATALENSA-NEWS.COM –Kontestasi politik jelang Pilkada Serentak 2024 yang tinggal beberapa bulan kedepan, semakin menunjukkan pengaruh sentral basis suara Nahdlatul Ulama (NU) yang menjadi rebutan. Akan majunya Ida Yuhana Ulfa dalam kontestasi pilkada Magetan November mendatang, yang dimulai dengan pemasangan baliho di beberapa tempat sudut kota dan Kecamatan.Dukungan pun semakin banyak pada Mbak Ida untuk maju dalam kontestasi Pilkada Magetan.
Dukungan dari warga NU kepada Mbak Ida ini diwujudkan dengan kegiatan suka rela tanpa bayaran diantaranya dengan memasang baner yang dipesan dan biaya sendiri dari para warga. Seperti di Kecamatan Maospati dan kecamatan lainnya.Mereka secara ikhlas dan sukarela memberikan dukungan dengan caranya, sebagai bentuk kebersamaan dan kekompakan warga NU dari bawah.
Menurut Kyai Nasrudin salah seorang warga NU menyampaikan dukungan pada Ida Yuhana Karena solidnya dijajaran NU dari atas sampai bawah, sehingga dengan suka rela secara total mereka siap mendukung Mbak Ida. ” bukti solidnya warga NU dalam mendukung Mbak Ida,” ucap Kyai Nasrudin.
Dijelaskan Kyai Nasrudin tanpa harus merengek rengek minta bantuan kepada beliau dibawa dengan ihklas, langsung pesen banner dan memasangnya sendiri. “Begitu PB memberi motivasi di bawah langsung gerak,” ujarnya.
Sebagai fondasinya, NU memiliki 3 pilar utama, yakni Nahdlatul Wathan atau Gerakan Cinta Tanah air, Tashwirul Afkar atau Gerakan Intelektual, serta Nahdlatut Tujjar atau Gerakan Ekonomi. Ketiganya menjadi bagian terpenting perjalanan NU dalam pembangunan.
“Karena NU kan sangat mendukung kadernya yang maju menjadi apapun. Dukungannya bukan karena konteks politiknya, tapi mendukung NU-nya untuk bisa memberi manfaat dan bisa membuat khususnya Kabupaten Magetan ini, dan juga umat Nahdhiyin di Magetan lebih maju lagi dan lebih baik lagi,” tuturnya.
Mendeklarasikan dukungan warga NU pada Mbak Ida no problem. Asal tidak dilakukan di kantor NU, tidak memakai seragam NU. “DI MWC Maospati misalnya mereka begitu mendengar kader NU ada yang mewakili, maka mereka langsung kompak,” tutup Kyai Nasrudin. (Red)

