SPPG, Desa Genengan, Kec. Kawedanan, Kab. Magetan.
Matalensa-news.com-Magetan – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Magetan terpaksa berhenti sementara menjelang akhir tahun anggaran 2025. Sedikitnya lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menghentikan operasional karena dana operasional telah habis, sehingga distribusi makanan bergizi kepada penerima manfaat tidak dapat dilanjutkan.
Kelima SPPG yang berhenti beroperasi tersebut berada di Plaosan, Kawedanan Mojorejo, Ngariboyo Banjarejo 01, Kawedanan Genengan, dan Takeran Jomblang. Penghentian ini bukan disebabkan minimnya penerima manfaat, melainkan karena belum adanya pencairan anggaran lanjutan dari pemerintah pusat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Magetan sekaligus Ketua Satgas Percepatan Program MBG, Wely Kristianto, membenarkan kondisi tersebut.
List yang berhenti ops karena dana habis,” ujar Wely singkat,” Selasa (23/12/2025).

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk menambah anggaran Program MBG. Seluruh pendanaan, menurutnya, sepenuhnya bersumber dari Badan Gizi Nasional (BGN). “Pemerintah daerah hanya bertugas sebagai pelaksana teknis di lapangan, sementara kebijakan dan anggaran menjadi kewenangan pemerintah pusat,” jelasnya.
Penghentian sementara ini dirasakan langsung oleh orang tua siswa penerima manfaat. Sulastri (34), wali murid di Kecamatan Plaosan, mengaku keberatan karena program MBG sangat membantu pemenuhan gizi anaknya setiap hari.
Selama ada program ini, anak saya bisa makan bergizi secara teratur di sekolah. Sekarang berhenti, kami harus kembali menyiapkan semuanya sendiri, padahal kebutuhan makan anak tidak bisa ditunda,” tuturnya.
Hal serupa disampaikan Wahyudi (41), orang tua siswa di wilayah Kawedanan. Ia menilai Program MBG sangat meringankan beban ekonomi keluarga.
Program ini sangat membantu, terutama bagi kami yang penghasilannya pas-pasan. Ketika dihentikan, otomatis pengeluaran harian bertambah. Rasanya seperti gizi anak harus ikut menunggu urusan administrasi,” ungkapnya.
Pemerintah memastikan operasional seluruh SPPG di Magetan akan kembali berjalan normal pada Januari 2026. Masyarakat diharapkan bersabar, meski kebutuhan gizi anak, ibu hamil, dan balita sejatinya tetap harus terpenuhi setiap hari tanpa mengenal batas tahun anggaran.(a.d)
