Matalensa-news.com-Magetan – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), destinasi wisata alam populer di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Mojosemi Forest Park, terus mematangkan persiapan dengan menghadirkan berbagai promo menarik sekaligus peningkatan fasilitas bagi wisatawan.
Sebagai salah satu ikon wisata unggulan di kawasan lereng Gunung Lawu, Mojosemi Forest Park diproyeksikan menjadi pilihan favorit wisatawan selama libur panjang akhir tahun. Hal ini tercermin dari tingkat okupansi penginapan yang telah mencapai angka signifikan.
Direktur Mojosemi Forest Park, Rudi Hariyanto, mengungkapkan bahwa hingga Senin (22/12/2025) siang, tingkat keterisian penginapan sudah menyentuh 75 persen dari total 15 unit penginapan yang tersedia.
“Dengan 15 unit penginapan yang kami miliki, terdapat berbagai tipe, mulai dari Kontrainer, Glamping, hingga Luxury Cabin. Untuk promo Nataru, harga dimulai dari Rp600 ribu untuk tipe Kontrainer dan Lawu Forest Camp, hingga kisaran Rp1 jutaan untuk Luxury Cabin,” jelas Rudi.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa harga promo Nataru tahun ini sudah termasuk sejumlah fasilitas tambahan yang dirancang untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung. Promo tersebut mencakup sarapan pagi, satu voucher berisi tiga wahana, serta pertunjukan Dino Show untuk dua orang.

“Tiga wahana yang dapat dinikmati antara lain Flying Fox Anak, Archery atau panahan, dan ATV, ditambah pertunjukan Dino Show untuk dua orang. Promo ini berlaku mulai 20 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026,” imbuhnya.
Tidak hanya itu, guna mendongkrak okupansi penginapan, pihak pengelola Mojosemi Forest Park juga melakukan kolaborasi strategis dengan Klothok Lawu Sarangan. Kolaborasi tersebut menghadirkan paket menginap yang dipadukan dengan pengalaman kuliner khas.

“Wisatawan yang menginap nantinya bisa menikmati paket tambahan, seperti dinner atau lunch di Klothok Lawu Sarangan. Di sana juga tersedia pusat oleh-oleh khas yang dapat dinikmati pengunjung,” tutur Rudi.
Sementara itu, dari sisi keamanan, Rudi menegaskan bahwa pengelola telah melakukan langkah antisipatif untuk menjamin keselamatan wisatawan, terutama menghadapi kondisi cuaca musim hujan.
“Kami sudah melakukan mapping terkait potensi risiko, seperti ranting jatuh dan hal lainnya. Yang jelas, keamanan dan kenyamanan pengunjung tetap menjadi prioritas utama kami,” pungkasnya.(A.d)
