Matalensa-news.com -MAGETAN – Upaya membangun generasi muda yang sehat, berkarakter, dan produktif terus digencarkan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melalui Duta Generasi Berencana (GenRe) Kecamatan Nguntoronadi. Kali ini, kegiatan edukasi dan sosialisasi dilaksanakan di kawasan Pasar Tradisional Pertitaan Dewi Sri yang berada di Desa Wisata Simbatan, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana edukasi bagi remaja, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendukung pengembangan wisata budaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui keberadaan pasar tradisional yang menjadi ikon Desa Simbatan.

Camat Nguntoronadi, Agung, mengapresiasi sinergi yang terjalin antara BKKBN, Duta GenRe, Pemerintah Desa, dan pengelola wisata dalam memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus mengangkat potensi lokal yang dimiliki Desa Simbatan.
Menurutnya, Pasar Tradisional Pertitaan Dewi Sri memiliki keunikan tersendiri karena memadukan konsep wisata budaya, pelestarian cagar budaya, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam satu kawasan yang terintegrasi.
“Keberadaan pasar tradisional ini tidak hanya menjadi pusat perputaran ekonomi warga, tetapi juga menjadi media promosi budaya, produk UMKM, serta sarana edukasi bagi masyarakat dan generasi muda,” ujar Agung.

Sementara itu, Duta GenRe Putra Kecamatan Nguntoronadi, Agus Nasikh Mu’adzan, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program BKKBN dalam memberikan pemahaman kepada remaja mengenai Triad Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR), pencegahan pernikahan dini, penyalahgunaan narkoba, dan pentingnya perencanaan masa depan.
“Kami hadir sebagai edukator dan konselor sebaya. Melalui kegiatan di Pasar Tradisional Pertitaan Dewi Sri ini, kami ingin lebih dekat dengan masyarakat sekaligus menyampaikan pesan-pesan positif kepada remaja agar mampu merencanakan kehidupan yang lebih baik,” jelas Agus.
Senada dengan itu, Duta GenRe Putri Kecamatan Nguntoronadi, Aulia Sahara Zahwa, mengajak generasi muda untuk turut mendukung keberlangsungan UMKM lokal yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Desa Simbatan.
Menurut Aulia, keterlibatan remaja dalam mempromosikan produk lokal sangat penting, terutama di era digital saat ini. Dengan memanfaatkan media sosial, potensi wisata dan produk UMKM Desa Simbatan dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat.
Ketua Pokdarwis Desa Simbatan sekaligus pengelola Pasar Tradisional Pertitaan Dewi Sri, Andre Mukti Wibowo, mengatakan bahwa pasar tersebut dibangun secara swadaya oleh masyarakat dan kini menjadi salah satu destinasi favorit yang ramai dikunjungi setiap akhir pekan.
Di Pasar Tradisional Pertitaan Dewi Sri, pengunjung dapat menikmati berbagai kuliner tradisional, produk UMKM asli warga Simbatan, batik ciprat, kerajinan tangan, hingga berbagai produk kreatif yang diproduksi langsung oleh masyarakat setempat. Kehadiran pasar ini terbukti mampu meningkatkan perputaran ekonomi warga sekaligus membuka peluang usaha baru.
Selain edukasi kependudukan dan keluarga berencana, kegiatan Duta GenRe juga dirangkaikan dengan ajakan kepada masyarakat untuk memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang tersedia di lokasi kegiatan. Program tersebut mendapat sambutan positif karena memberikan manfaat langsung bagi warga.
Melalui kolaborasi antara BKKBN, Duta GenRe Kecamatan Nguntoronadi, Pemerintah Kecamatan, Pokdarwis, dan masyarakat Desa Simbatan, Pasar Tradisional Pertitaan Dewi Sri diharapkan tidak hanya menjadi destinasi wisata budaya unggulan di Kabupaten Magetan, tetapi juga menjadi pusat edukasi, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan peran generasi muda dalam membangun daerah.(*)
