![]() |
| Santriwan dan santriwati Tahfidzul Qur’an Pesantren Baitul Qur’an Al Jahra mengikuti wisuda Angkatan Ke -7 |
MAGETAN -MATALENSA-NEWS.COM- Hafidz dan Hafidzah Quran merupakan insan – insan qurani, calon calon praktisi bangsa yang bisa mengaktualisasikan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari.
Bertempat di halaman Pondok Pesantren acara Wisuda di gelar,sebanyak 30 santriwan dan santriwati Tahfidzul Qur’an Program Takhossus Pesantren Baitul Qur’an Al Jahra mengikuti Wisuda Angkatan Ke -7 di Pesantren Baitul Qur’an Al Jahra Magetan Sabtu pagi.Santri yang diwisuda telah mengikuti program 3 bulan 30 juz hapalan Alquran.
Wisuda dihadiri wali santri, pengurus Pondok BQ Aljahra. Prosesi acara wisuda diawali dengan pemakaian selempang, pemberian pigura, pemakaian mahkota dan sungkem dan diakhiri doa khotmil Quran.Suasana haru tampak terlihat saat prosesi wisuda dimulai
Isgianto, kepala harian Yayasan Nurosidah Ponpes Baitul Quran Al Jahra, menyampaikan kepada wisudawan dan wisudawati agar menjaga dan memperkuat hafalan Alquran-nya. Sebab capaian saat ini hanya titik awal yang akan dibawa sampai akhir hayat. Mereka juga dituntut menjaga akhlak dan adab dari ayat-ayat Alquran. ‘’Agar cita-cita mulia memberikan mahkota emas ke orang tua di akhirat bisa terkabul,” kata Isgianto.
Isgianto dalam arahannya menyampaikan selamat untuk anak-anak yang diwisuda, baik untuk anak maupun orang tua. ” Beruntung lah memiliki anak yang hafal Alquran. Karena saat ini kita memerlukan orang-orang seperti itu, menjadi sinar terang di dalam kegelapan, yang bisa membangun akhlak dan adab untuk menyongsong masa depan yang lebih baik dan membangun negeri ini ” terangnya
Dalam wisuda tersebut juga diberikan pengahargaan dan penyerahan santri terbaik Takhosus 7.0. Juga penyerahan penghargaan 25 juz sekali duduk Muadz dan 30 juziyah Anisah.Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan mobil Wakaf dari alumni klas IX dan klas XII. diakhiri penyerahan CSR dari bank kepada Pondok BQ Aljahra.
“Kami bangga dengan tekad Ustadz dan Ustadzah yang secara ikhlas dan istiqomah membimbing para kader penjaga kemurnian Al Quran ini. Tanpa kenal lelah, rela mengorbankan waktu, tenaga, pikiran dan bahkan material demi tujuan mulia” ucap Isgianto
Isgianto berpesan kepada ananda hafidz – hafidzah qur’an, supaya menjaga hafalannya. Karena menjaga hafalan itu lebih sulit ketimbang menghafalnya.(dhy)

