Salah satu sekolah yang menjadi lokasi pelaksanaan program ini adalah TK Muslimat NU 001 Nologaten dengan 166 siswa, SDN 3 Bangunsari dengan 512 siswa, dan SMPN 2 Ponorogo yang melibatkan 901 siswa.
Program ini dirancang dengan menu makanan yang memenuhi kebutuhan gizi anak-anak. Berbagai makanan seperti buah-buahan, susu, sayuran, daging, dan nasi disajikan dengan memperhatikan nilai gizi yang seimbang. Ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agus Prayitno, menekankan pentingnya menjaga kualitas bahan makanan yang disediakan.
“Melihat langsung proses dan jenis makanan yang disajikan, kami yakin kebutuhan kalori siswa sudah terpenuhi. Ini penting untuk mendukung pertumbuhan dan daya konsentrasi mereka,” ungkap Dwi Agus Prayitno saat memantau pelaksanaan program di SDN 3 Bangunsari.
Dwi Agus Prayitno juga berharap program ini dapat diperluas ke lebih banyak sekolah di masa mendatang. “Ke depan, kami berharap program ini bisa menjangkau seluruh siswa di Ponorogo agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,” tambahnya.
Program ini mendapatkan sambutan positif dari pihak sekolah dan orang tua siswa. Mereka menilai inisiatif ini sebagai langkah penting dalam meningkatkan kesehatan dan kualitas pendidikan di Ponorogo.
“Program ini sangat membantu anak-anak untuk mendapatkan asupan gizi yang seimbang. Kami berharap program seperti ini dapat terus dilanjutkan,” ujar salah satu kepala sekolah, memberikan apresiasinya(*)