Matalensa-news.com –Magetan – Persatuan Wartawan Media Online Indonesia (PWMOI) Kabupaten Magetan terus menunjukkan komitmennya dalam menumbuhkan semangat literasi di kalangan pelajar. Salah satu upaya nyata dilakukan melalui Diklat Jurnalistik yang digelar di SMAN 1 Maospati, pada Rabu (23/10/2025).
Kegiatan ini menghadirkan para wartawan dari PWMOI Magetan sebagai narasumber utama untuk membekali para siswa dengan keterampilan menulis berita, berpikir kritis, serta memahami dunia media digital yang terus berkembang.
Kepala SMAN 1 Maospati, Idha Rakhmawati, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menyebut, pelatihan jurnalistik ini menjadi langkah penting dalam memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah.
“Kegiatan ini merupakan diklat jurnalistik perdana di tahun 2025. Kami sangat mengapresiasi peran PWMOI yang turut mendampingi SMANTI dalam menumbuhkan budaya menulis dan berkarya di kalangan pelajar,” ujar Idha.
Lebih lanjut, Idha menjelaskan bahwa dunia sastra di SMAN 1 Maospati kini semakin berkembang. Pihak sekolah bahkan telah meluncurkan antologi karya guru yang telah ber-ISBN, dan kini tengah menyiapkan kumpulan puisi karya siswa yang akan diterbitkan bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.
“Ada 1.050 lembar puisi dengan tema bebas yang sedang dalam tahap pengeditan. Kami tidak membatasi kreativitas anak-anak. Harapannya, dua jilid buku puisi ini bisa menjadi bukti nyata semangat literasi di SMANTI,” jelasnya.
Tak hanya itu, SMAN 1 Maospati kini juga menjadi pilot project penerbitan karya sastra guru di tingkat kabupaten. Idha berharap langkah ini dapat menginspirasi sekolah lain untuk turut mengembangkan gerakan literasi di lingkungan pendidikan masing-masing.
Selain penguatan literasi tulis, SMANTI juga menyediakan wadah bagi kreativitas siswa melalui ekstrakurikuler OASE yang berfokus pada teater, serta podcast media sekolah sebagai ruang ekspresi pelajar di dunia digital.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Magetan sekaligus Ketua Komite SMAN 1 Maospati, Cahaya Wijaya, turut memberikan apresiasi atas kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini berbeda karena peserta langsung belajar dari narasumber PWMOI dan birokrasi Kominfo. Kita belajar bagaimana menulis berita yang membangun sekolah, menyampaikan pesan positif, hingga kritik yang menggelitik. Manfaatkan kegiatan ini sebaik-baiknya,” pesan Cahaya.
Ia menambahkan, pelatihan seperti ini diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang memiliki kepekaan sosial dan kemampuan literasi digital yang baik, terutama di tengah derasnya arus informasi di era media sosial.
Kegiatan diklat kemudian dilanjutkan dengan sesi materi oleh narasumber dari PWMOI Magetan dan Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Magetan, Eko Budiono. Para peserta mendapatkan wawasan tentang dasar-dasar jurnalistik, komunikasi publik, serta pentingnya etika bermedia di era digital.

