Matalensa-news.com-MAGETAN — Pemerintah Kabupaten Magetan terus memperkuat infrastruktur pengendali banjir sebagai bagian dari upaya meningkatkan perlindungan masyarakat menghadapi musim penghujan. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui pekerjaan penanggulangan banjir di Kali Ngelang, Desa Ngelang.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Bidang Sumber Daya Air (SDA) melaksanakan peninggian tanggul Kali Ngelang sepanjang kurang lebih 1.200 meter. Tanggul eksisting ditingkatkan sekitar 25 hingga 30 sentimeter untuk memperkuat fungsi perlindungan kawasan dari potensi limpasan air saat curah hujan tinggi.
Kepala Bidang SDA Dinas PUPR Kabupaten Magetan, Yuli K. Iswahyudi, S.T., M.T., menjelaskan bahwa pekerjaan tersebut merupakan tindak lanjut atas usulan masyarakat yang membutuhkan penguatan tanggul di kawasan tersebut.
“Di Desa Ngelang kita melakukan peninggian tanggul yang ada karena permintaan dari warga. Tinggi tanggul ditinggikan kurang lebih 25 hingga 30 centimeter dengan panjang pengerjaan mencapai sekitar 1.200 meter,” ujar Yuli.
Menurutnya, peninggian tanggul diharapkan dapat meningkatkan rasa aman dan kenyamanan masyarakat Desa Ngelang, khususnya dalam menghadapi potensi banjir yang dapat terjadi ketika intensitas hujan meningkat.
Progres Pekerjaan Capai 90 Persen
Pekerjaan penanggulangan banjir Kali Ngelang memiliki nilai kontrak sebesar Rp197.833.000 dengan masa pelaksanaan selama 90 hari kalender.

Proyek tersebut dilaksanakan oleh CV Watu Lesung Aji sebagai kontraktor pelaksana dan diawasi oleh CV Sketsa Konsultan. Berdasarkan perkembangan terakhir, pekerjaan fisik telah memasuki tahap akhir dengan progres mencapai sekitar 90 persen.
Yuli menambahkan, konstruksi fisik di lapangan telah terbangun dan saat ini tinggal menyelesaikan tahapan finalisasi serta pemeriksaan hasil pekerjaan.
“Untuk progresnya saat ini sudah mendekati 90 persen, tinggal finalisasi. Tim konsultan sedang kita minta untuk melakukan penghitungan opnam fisik di lapangan. Secara keseluruhan konstruksi fisik sudah terbangun,” jelasnya.
Pembangunan infrastruktur pengendali banjir tidak hanya membutuhkan dukungan pemerintah, tetapi juga peran masyarakat dalam menjaga keberlanjutannya.
Karena itu, Dinas PUPR Magetan mengajak masyarakat dan para petani di sekitar Kali Ngelang untuk bersama-sama merawat tanggul serta tidak melakukan aktivitas yang dapat mengurangi kekuatan konstruksi.
Yuli mengingatkan agar masyarakat tidak melubangi atau menjebol tanggul untuk mengalirkan air menuju lahan pertanian. Untuk kebutuhan pengaliran air, masyarakat diminta menggunakan metode yang tidak merusak struktur tanggul.
“Kami berharap masyarakat bisa merawat infrastruktur yang sudah ada. Tolong jangan merusak atau menjebol tanggul. Jika petani ingin mengalirkan air menyeberangi saluran, wajib menggunakan pipa penyambung dan jangan didukil tanggulnya agar ketahanan struktur tetap terjaga,” tegas Yuli.
Peninggian tanggul Kali Ngelang menjadi salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Magetan dalam memperkuat infrastruktur sumber daya air sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan.
Dengan dukungan pemerintah dan kesadaran masyarakat dalam menjaga infrastruktur, keberadaan tanggul diharapkan dapat berfungsi secara optimal dalam mengurangi risiko genangan dan banjir di wilayah Desa Ngelang.(a*)
