MAGETAN, MATALENSA-NEWS.COM – Pekerjaan tambal sulam pada saluran Daerah Irigasi (DI) Jejeruk Kabupaten Magetan, mendapat sorotan dari LSM Garis Pakem Mandiri. Sorotan tersebut muncul setelah hasil pekerjaan yang diperkirakan telah berusia sekitar dua minggu dinilai menunjukkan kondisi yang perlu dievaluasi.
Saat melintas di lokasi pada Rabu pagi, tim LSM Garis Pakem Mandiri menemukan sejumlah bagian tambalan yang disebut telah mengalami pelepasan. Selain itu, berdasarkan pengamatan di lapangan, bagian dalam material tambalan diduga masih belum mengering secara sempurna meski pekerjaan telah berlangsung kurang lebih dua pekan.
Ketua LSM Garis Pakem Mandiri, Udin, mengatakan pihaknya telah melakukan dokumentasi berupa foto sebagai bahan pengawasan dan berharap temuan tersebut segera mendapat perhatian dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.
“Kami melihat langsung hasil tambal sulam yang kurang lebih sudah dua minggu. Ada bagian yang lepas dan bagian dalamnya terlihat belum kering total. Karena itu kami meminta BBWS melakukan evaluasi terhadap kualitas pekerjaan tersebut,” ujar Udin.
Menurut Udin, pihaknya tidak ingin menyimpulkan secara sepihak mengenai penyebab kondisi tersebut. Namun, ia menilai perlu dilakukan pemeriksaan teknis untuk memastikan apakah persoalan itu berkaitan dengan kualitas material, proses pencampuran bahan, maupun pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
LSM Garis Pakem Mandiri menduga terdapat kemungkinan material yang digunakan kurang memenuhi spesifikasi sebagaimana ketentuan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB). Meski demikian, dugaan tersebut disebut masih perlu dibuktikan melalui evaluasi oleh pihak yang berwenang.
“Kalau memang setelah diperiksa ditemukan pekerjaan tidak sesuai spesifikasi, kami berharap dilakukan pembongkaran dan dikerjakan ulang menggunakan material yang benar-benar memenuhi standar teknis. Lebih baik diperbaiki sekarang daripada cepat rusak setelah pekerjaan selesai,” tegasnya.
Selain menyoroti tambal sulam, Udin juga mengaku menemukan material berwarna kemerahan di sekitar lokasi pekerjaan yang menurutnya perlu dipastikan jenis, asal, serta kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis proyek rehabilitasi DI Jejeruk.
Tak hanya itu, LSM Garis Pakem Mandiri turut menyoroti tidak terlihatnya papan informasi pekerjaan di titik lokasi yang diamati. Menurutnya, keberadaan papan proyek penting sebagai bentuk transparansi agar masyarakat dapat mengetahui nama kegiatan, pelaksana, sumber anggaran, nilai pekerjaan, hingga waktu pelaksanaan.
Udin menegaskan bahwa pengawasan yang dilakukan bukan bertujuan menghambat program rehabilitasi DI Jejeruk, melainkan sebagai bentuk kepedulian agar pembangunan infrastruktur irigasi menghasilkan kualitas yang baik dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta para petani penerima manfaat.
Pihak BBWS Bengawan Solo bidang Irwa Rahayu Mahanani ketika media menghubungi via WA terkait temuan dan harapan evaluasi yang disampaikan LSM Garis Pakem Mandiri,menjelaskan akan menindak lanjuti cek ke lapangan dan terima kasih sudah dibantu monitor.
