Matalensa-news.com -Magetan– Program pembinaan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Magetan, Kanwil Kemenkumham Jawa Timur, terus berjalan dengan baik di tahun 2025. Sejalan dengan komitmen menuju “Zero Halinar” (bebas dari handphone, pungutan liar, dan narkoba), Rutan Magetan juga memperketat pengamanan dan meningkatkan pelaksanaan pembinaan bagi warga binaannya.
Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka.KPR) Magetan, Andy Sulistiawan, menegaskan bahwa pengawasan dan penggeledahan di kamar hunian menjadi prioritas untuk menjaga kondusivitas di dalam rutan. “Untuk tahun 2025 ini, minimal selama sebulan akan dilaksanakan delapan kali penggeledahan di kamar hunian,” ujar Andy saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (16/01/2025).
Dalam upaya pembinaan keterampilan, Rutan Kelas IIB Magetan berencana menjalin kerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Magetan. Pelatihan yang direncanakan mencakup keterampilan las dan barbershop. “Kami sudah berdiskusi dengan Disnaker Magetan. Tinggal menunggu pelaksanaan pelatihan ini. Harapannya, keterampilan ini bisa menjadi bekal warga binaan setelah mereka bebas,” jelas Andy.
Tak hanya itu, pembinaan keagamaan juga terus diperkuat dengan menggandeng berbagai pihak. “Kami bekerja sama dengan Pondok Pesantren di Temboro dan Kemenag Magetan untuk pembinaan agama Islam. Sementara, bagi warga binaan beragama Nasrani, juga disediakan pembinaan keagamaan,” tambahnya.
Sebagai bentuk kemandirian, Rutan Magetan memanfaatkan lahan kosong untuk budidaya tanaman sayur yang hasilnya dipanen dan dikonsumsi oleh warga binaan. Langkah ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga mengajarkan keterampilan bercocok tanam.

Demi menjaga keamanan maksimal, fasilitas X-Ray yang sebelumnya rusak kini kembali dioperasikan. “Mesin X-Ray ini sudah ada sejak 2022. Setelah sempat rusak di akhir 2023, akhirnya kami kembali menggunakannya sejak Desember 2024,” ujar Andy.
Ia menjelaskan bahwa mesin X-Ray tersebut memiliki kapasitas pengecekan hingga 5 kilogram, digunakan untuk memindai makanan, barang bawaan, hingga sepatu pengunjung. “Pengunjung juga akan diperiksa secara langsung oleh petugas. Semua ini demi menjaga komitmen menuju Zero Halinar, sesuai arahan dari pusat,” tegasnya.
Program-program ini menunjukkan komitmen Rutan Kelas IIB Magetan dalam mendukung visi pemerintah menciptakan lembaga pemasyarakatan yang bersih, aman, dan bebas dari penyimpangan.(*)
