Matalensa-news.com-Magetan-Hajat Bersih Desa di Desa Pingkuk, khususnya di Pedukuhan Banjar, menjadi momen penting yang dipenuhi dengan rasa syukur dan upaya pelestarian budaya.
Kepala Desa Pingkuk, Ajis, mengungkapkan ” Pedukuhan Banjar merupakan lokasi kelima dari rangkaian acara bersih desa yang digelar pada hari Jumat Pon. Sebelumnya, acara serupa telah sukses dilaksanakan di empat lokasi lainnya pada Jumat Legi minggu lalu.”Ujarnya.
“Tradisi ( Bersih Desa )ini merupakan bagian dari upaya untuk melestarikan budaya luhur dan adat istiadat yang telah diwariskan secara turun-temurun di Desa Pingkuk ”
Kepala Desa Ajis menekankan pentingnya melanjutkan tradisi ini sebagai wujud rasa syukur atas nikmat yang diterima dan sebagai bentuk penghormatan terhadap para leluhur.”Tambahnya

Dalam acara ini, masyarakat Pedukuhan Banjar menggelar doa bersama sebagai wujud syukur atas hasil panen yang melimpah. Doa bersama tersebut juga dilakukan untuk mengenang jasa Eyang Sugriwo, tokoh yang dikenal sebagai pemimpin pertama yang membuka lahan dan mendirikan Pedukuhan Banjar. Tradisi ini menjadi pengingat bagi generasi muda tentang pentingnya menghormati sejarah dan budaya lokal.
“Salah satu tradisi yang sangat dinantikan dalam acara bersih desa ini adalah penyembelihan kambing di (Petilasan Kisarah Roho), yang dilanjutkan dengan (Langgen Beksan), sebuah tarian tradisional yang menggambarkan upaya pelestarian budaya lokal.”Ujarnya
Hajat Bersih Desa di Pedukuhan Banjar ini bukan hanya menjadi momen untuk bersyukur dan berdoa, tetapi juga untuk memperkuat ikatan sosial di antara warga serta memperingati sejarah yang telah ada sejak zaman dahulu.”Tutupnya.(*)
