BerandaBerita UmumParipurna DPRD Magetan Soroti Pasar Tradisional dan Parkir, Optimalisasi PAD Jadi Perhatian

Paripurna DPRD Magetan Soroti Pasar Tradisional dan Parkir, Optimalisasi PAD Jadi Perhatian

Matalensa-news.com- MAGETAN – Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), digitalisasi sistem parkir, hingga pembenahan pasar tradisional menjadi sorotan dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Magetan. Sejumlah persoalan tersebut dinilai penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Rapat paripurna DPRD Magetan ini mengagendakan penyampaian laporan reses Masa Persidangan VII/Masa Sidang III Tahun 2026 untuk keanggotaan DPRD periode 2024–2029. Forum tersebut menjadi momentum bagi para wakil rakyat untuk menyampaikan aspirasi masyarakat sekaligus mengawal program pembangunan agar lebih tepat sasaran.

Ketua DPRD Magetan, Riyin Nur Asiyah, mengungkapkan bahwa peningkatan ekonomi menjadi perhatian utama seluruh fraksi di DPRD Magetan. Menurutnya, kebijakan pemerintah daerah harus mengutamakan program yang mampu memberikan dampak nyata terhadap perekonomian dan kesejahteraan warga.

“Memang menjadi sorotan kita semua dari seluruh fraksi yang ada di DPRD Magetan tentang poin-poin utama yaitu program pemerintah tentang peningkatan ekonomi. Hal ini selalu kita gaungkan di rapat Banggar mengenai apa prioritas pemerintah ke depannya, dan harus bagaimana? Itu yang terutama, karena mau tidak mau kesejahteraan masyarakat menjadi prioritas untuk kita semua, baik eksekutif maupun legislatif,” jelas Riyin.

Sejalan dengan perhatian terhadap pertumbuhan ekonomi, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) turut menjadi agenda penting yang perlu dikawal. DPRD Magetan mendorong pemerintah daerah untuk menggali potensi pendapatan secara maksimal, termasuk melalui pembenahan tata kelola perparkiran dan pengembangan sektor pariwisata.

Dalam pembahasan tersebut, Fraksi Golkar secara khusus menyoroti pengelolaan sektor parkir yang dinilai masih membutuhkan pembenahan. Sementara itu, Fraksi PKB mendorong optimalisasi PAD melalui sektor pariwisata serta pemanfaatan berbagai potensi daerah lainnya agar dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan daerah.

Ketua DPRD Magetan, Riyin Nur Asiyah

Tak hanya soal pengelolaan, digitalisasi sistem parkir juga menjadi perhatian DPRD Magetan. Penerapan sistem yang lebih modern diharapkan mampu meningkatkan transparansi transaksi, memperbaiki pencatatan pendapatan, serta menekan potensi kebocoran PAD. Karena itu, pemerintah daerah didorong untuk melakukan pembaruan sistem perparkiran sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan.

Selain perparkiran, pembenahan pasar tradisional di Magetan turut menjadi sorotan dalam laporan reses tersebut. DPRD berharap pasar rakyat dapat berfungsi lebih optimal sebagai pusat perdagangan dan pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat. Perbaikan fasilitas, penataan lingkungan, serta peningkatan kenyamanan bagi pedagang dan pembeli menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas ekonomi lokal.

Riyin Nur Asiyah menegaskan bahwa pasar tradisional memiliki potensi besar untuk mendukung perputaran ekonomi masyarakat. Magetan diharapkan mampu menjadi salah satu tujuan belanja berbagai komoditas, terutama sayur-mayur dan kebutuhan pangan lainnya. Oleh sebab itu, optimalisasi pasar perlu dilakukan agar keberadaannya semakin memberikan manfaat bagi pedagang maupun konsumen.

“Ada beberapa pembenahan pasar untuk memberikan kenyamanan pada masyarakat dan pedagang. Harapannya, Magetan ini kan menjadi sumber untuk belanja sayur dan segala macam, itu yang butuh optimalisasi,” imbuhnya.

Meski demikian, skema pengelolaan parkir dan pasar ke depan masih memerlukan kajian lebih lanjut. DPRD Magetan belum memastikan apakah pengelolaan akan tetap dilakukan oleh organisasi perangkat daerah terkait, seperti Dinas Perhubungan untuk sektor parkir, atau melibatkan pihak ketiga. Keputusan tersebut perlu mempertimbangkan efektivitas pengelolaan, potensi pendapatan, serta manfaatnya bagi pemerintah daerah dan masyarakat.

“Belum tentu nanti langsung dipihak-ketigakan. Apakah masih di Dishub atau pihak ketiga, nanti pembahasannya masih panjang,” Pungkasnya.(A.d)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments