Matalensa-news.com- MAGETAN –Kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Lawu terus diperkuat. Polsek Plaosan bersama TNI, Perhutani, BPBD Kabupaten Magetan, dan relawan melakukan pemantauan serta siaga bersama di Posko Siaga Karhutla Cemorosewu, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Selasa (27/10/2026).
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi meluasnya kebakaran sekaligus memastikan kondisi kawasan perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah tetap terpantau. Selain menyiapkan personel, tim gabungan juga memperbarui informasi lapangan sebagai dasar untuk menentukan langkah penanganan apabila ditemukan perkembangan situasi.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB itu dipimpin langsung Kapolsek Plaosan AKP Agus Witarno. Sejumlah unsur dilibatkan, meliputi Unit Pam Obvit Polsek Plaosan, Sat Samapta Polres Magetan, Koramil Plaosan, Perhutani, BPBD Kabupaten Magetan, serta relawan Cemorosewu.
Sementara itu, delapan personel relawan melakukan pemantauan di kawasan Gunung Lawu melalui jalur pendakian Cemorosewu dan Cemoro Kandang. Pemantauan tersebut bertujuan mengetahui kondisi terkini sekaligus mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru di kawasan hutan.
Berdasarkan hasil pemantauan, kepulan asap masih terlihat di wilayah Ngargoyoso dan Gondosuli, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Adapun asap di sekitar Pos 1 Cemoro Kandang dilaporkan mulai mereda. Meski demikian, relawan tetap disiagakan untuk mengawasi kondisi dan mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api.

Di tengah pemantauan tersebut, kondisi cuaca di sekitar Cemorosewu terpantau mendung dan berkabut. Angin dilaporkan bertiup ke arah barat laut sehingga perubahan arah angin dan perkembangan asap terus menjadi perhatian petugas dalam menentukan langkah kewaspadaan.
Seluruh personel gabungan tetap bersiaga di Posko Cemorosewu sembari melakukan koordinasi dan memantau informasi terbaru dari wilayah terdampak. Kesiapan ini menjadi bagian dari upaya pencegahan agar potensi kebakaran dapat ditangani sedini mungkin serta tidak menimbulkan dampak yang lebih luas.
Kapolsek Plaosan AKP Agus Witarno menegaskan bahwa perlindungan kawasan Gunung Lawu membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Menurutnya, kolaborasi aparat keamanan, instansi terkait, dan masyarakat menjadi unsur penting dalam menjaga kelestarian hutan serta mengantisipasi ancaman kebakaran.
“Polisi bersama masyarakat hadir untuk menjaga kawasan Gunung Lawu dari ancaman kebakaran hutan. Kami bersinergi dengan TNI, instansi terkait, dan para relawan untuk memastikan kesiapsiagaan tetap terjaga, sekaligus melindungi lingkungan serta keselamatan masyarakat,” ujar AKP Agus Witarno.
Ia menambahkan, kecepatan penyampaian informasi dan koordinasi di lapangan sangat diperlukan agar setiap perubahan situasi dapat segera ditindaklanjuti. Karena itu, seluruh unsur yang terlibat diharapkan tetap meningkatkan kewaspadaan serta menjalankan pemantauan sesuai perkembangan kondisi di kawasan Gunung Lawu.
Hingga laporan tersebut disusun, personel gabungan masih bersiaga di Posko Cemorosewu untuk memantau cuaca, perkembangan titik asap, dan potensi munculnya titik api susulan. Melalui kerja sama lintas instansi dan partisipasi masyarakat, upaya antisipasi karhutla di Gunung Lawu diharapkan semakin optimal demi menjaga keamanan warga dan kelestarian lingkungan.(*)
