Matalensa-newa.com-MAGETAN – Ribuan jamaah memadati Alun-Alun Magetan pada Rabu malam (28/10/2026) untuk mengikuti pengajian akbar dan Magetan Bershalawat bersama Muhammad Iqdam Kholid atau yang akrab disapa Gus Iqdam. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda religi dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-351 Kabupaten Magetan sekaligus Hari Santri 2026.
Sejak acara berlangsung, suasana Alun-Alun Magetan dipenuhi lantunan shalawat yang menggema di antara para jamaah. Iringan hadrah Majelis Sabilu Taubah menambah kekhidmatan suasana, sementara ribuan peserta larut dalam doa bersama untuk memohon keberkahan, keselamatan, dan kedamaian bagi Kabupaten Magetan.
Di tengah suasana penuh kekhusyukan tersebut, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat. Bupati Magetan Nanik Sumantri hadir bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.
Momentum kebersamaan itu kemudian dimanfaatkan Bupati Nanik untuk mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan usia ke-351 Kabupaten Magetan sebagai pijakan memperkuat persatuan. Ia menekankan bahwa kemajuan daerah tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga membutuhkan kerukunan, persaudaraan, dan keterlibatan aktif masyarakat.
“Di usia Kabupaten Magetan yang ke-351, daerah kita telah melalui perjalanan panjang yang patut disyukuri. Momentum ini hendaknya menjadi penyemangat untuk terus menjaga persatuan, mempererat persaudaraan, dan bersama-sama mewujudkan Magetan yang semakin maju, sejahtera, dan harmonis,” ujarnya.

Tak berhenti pada ajakan menjaga persatuan, Bupati yang akrab disapa Bunda Nanik tersebut juga mengajak para jamaah menjadikan majelis shalawat sebagai sarana memperkuat keimanan sekaligus memanjatkan doa untuk masa depan daerah. Harapannya, Kabupaten Magetan senantiasa diberikan keamanan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi seluruh warganya.
“Marilah kita manfaatkan majelis yang mulia ini untuk bersama-sama berdoa, semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan keberkahan kepada Kabupaten Magetan, memberikan kesehatan dan kesejahteraan bagi masyarakatnya, menjaga daerah kita tetap aman dan damai, serta memudahkan setiap ikhtiar kita dalam mewujudkan Magetan yang lebih baik,” tambah Bunda Nanik.
Di balik kekuatan doa dan lantunan shalawat, Magetan Bershalawat juga menghadirkan ruang perjumpaan bagi masyarakat dari berbagai kalangan. Kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa peringatan hari jadi daerah dan Hari Santri dapat menjadi momentum untuk menumbuhkan nilai religius, kepedulian sosial, serta semangat menjaga kerukunan.
Ramainya jamaah ternyata juga membawa dampak bagi perekonomian warga. Kehadiran pengunjung di sekitar Alun-Alun Magetan membuka peluang bagi pedagang kaki lima dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan penjualan. Dengan demikian, kegiatan keagamaan ini tidak hanya memberikan manfaat spiritual, tetapi juga menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Lebih jauh, semangat kebersamaan yang tercipta diharapkan tidak berhenti setelah acara usai. Nilai-nilai persaudaraan, toleransi, dan gotong royong yang tumbuh melalui Magetan Bershalawat diharapkan terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Magetan Bershalawat menjadi bagian dari upaya merawat harmoni antara nilai keagamaan, kebudayaan, dan pembangunan daerah. Melalui rangkaian Hari Jadi ke-351 Kabupaten Magetan dan Hari Santri 2026, masyarakat diharapkan terus bergandengan tangan mewujudkan Magetan yang religius, aman, maju, sejahtera, dan harmonis.(A.d)
